
WORKSHOP
PENGUATAN KARAKTER PROGRAM SMK PUSAT KEUNGGULAN
PENERAPAN SEKOLAH BEBAS PERUNDUNGAN (BULLYING) PADA SMK WIRA INFORMATIKA GLOBAL
18/10/22 SMK WIRA INFORMATIKA GLOBAL telah melaksanakan kegiatan PENGUATAN KARAKTER PROGRAM SMK PUSAT KEUNGGULAN.
Kegiatan ini dihadiri oleh para siswa/i SMKS WIRA INFORMATIKA GLOBAL serta kepala sekolah, dewan guru dan staf. Juga diikuti oleh Ian Lapoh MRS.ME untuk menyampaikan materi terkait kegiatan ini.
Kegiatan ini bertujuan untuk menghindari perundungan (bullying) antar siswa dan memberikan edukasi seputar kekerasan seksual dan intoleransi

Nah, Poin yang menarik perhatian bagi khalayak pendidik ialah materi “Sinergitas Program Pencegahan 3 Dosa Besar Pendidikan”
Materi ini disampaikan langsung oleh Ian Lapoh MRS. ME
Ternyata masih banyak remaja yang memperoleh perlakuan kurang baik, seperti perundungan, kekerasan seksual, dan masalah intoleransi (tidak toleran terhadap perbedaan).
Menyorot persoalan perundungan. Perundungan terjadi sebab kepemilikan kekuasaan sementara. Adanya perasaan memiliki terhadap suatu wilayah atau kawasan yang dianggap miliknya, sehingga hal ini mengakibatkan biasanya kakak kelas melakukan perundungan (bullying) terhadap adiknya. Sementara, adik-adik yang terbilang baru di sebuah satuan pendidikan, akan merasa takut kepada kakak kelasnya. Hal ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena akan membenturkan mental bagi adik-adik kelasnya.

Pelecehan seksual kaitannya dengan masa remaja yang jika tidak diarahkan dengan baik, maka timbullah hal demikian. Masa SMK dikategorikan sebagai masa transisi dari masa anak-anak menuju remaja bawah. Sehingga, adanya perasaan tertarik (sesaat) pastilah ada. Masa puber kali pertama. Hal ini peran satuan pendidikan sangat penting untuk mensinergikan semua personil agar tidak terjadi kekerasan seksual yang tidak diinginkan.
Terakhir, intoleransi. Banyak dari kalangan siswa yang belum paham mengenai Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun sering dibacakan, tetapi memaknainya kurang. Sedangkan teman sekelasnya banyak yang memiliki perbedaan latar belakang. Seperti halnya bahasa, suku, fisik (warna kulit, dsb). Hal ini menimbulkan tidak toleransi (intoleransi) yang berujung pada bermain mulut dan alhasil terjadi pertengkaran.